- Mattia Pasini in action at Indianapolis (250cc)
Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri spekulasi tentang alternatif pangganti GP250. Semisal diseri Prancis muncul rumor bahwa penggantinya adalah mesin 625-650 cc. Bahkan di GP Catalunya sempat tercetus usulan memakai mesin 4-tak V-twin 500 cc.
Apalagi balap 600 cc tersebut telah dipertandingkan di world Supersport. “600 cc sudah diperlombakan (World Supersport, Red), jadi kenapa harus melakukan hal yang sama?” ujar Harald Bartol, deisgner KTM.
Demi alasan agar tidak menyamai mesin World Supersport setelah GP Prancis (18 Mei) di sirkuit Le Mans beberapa waktu lalu muncul ide membuat mesin 625-650 cc. Malah di GP Catalunya (8 Juni) lalu sempat juga tercetus memakai mesin 4-tak V-twin 500 cc.
Toh, Grand Prix Commission bergeming karena mereka punya argumentasi sendiri. “World Supersport menggunakan mesin motor produksi massal. Di sini di gunakan pabrikan motor sebagai alat promosi motor tertentu dan langsung berhubungan dengan penjualan. Sedangkan MotoGP menghadirkan balap dengan teknologi tertinggi karna balap dengan motor prototipe. Di MotoGP bukan sebagai promosi langsung melainkan menaikan brand image pabrikan,” jelas Francesco Zerbi, Presiden FIM.
Promotor World Supersport pun sepakat dan tidak merasa terusik dengan spesifikasi pengganti GP250..”World Supersport Champhionship terus berlanjut. Kategori kelas baru motoGP (GP600) itu tidak mengganggu kelas yang sudah ada. Supersport menggunakan produk massal dan pemgganti GP250 memakai motor prototipe,” ujar juru bicara FGSport.
Pernyataan juru bicara FGSport tersebut dibenarkan oleh Julian Thomas, manager press office event World Superbike. World Superbike dan World Supersport berada dalam satu naungan promotor yaitu FGSport dan menggunakan motor produksi massal. “Pernyataan tersebut benar dan hal ini menggambarkan posisi FGSport (tidak terganggu dengan kelas baru 600 cc),” jelas Julian Thomas.
Selamat tinggal 250 cc, selamat datang 600 cc…
Sumber : MotoGP 2008 mid-season
